Hidup adalah pilihan. Setiap hari kita mengambil keputusan untuk hidup dan berkehidupan. Kita mengambil keputusan dari alternatip pilihan yang ada. karenanya jangan sampai kita salah menganalisa alternatif pilihan yang ada dengan analisa yang tidak cerdas. Termasuk semua keputusan yang menyangkut keuangan pribadi dan keluarga.
Hidup adalah asa (harapan). Setiap hari kita berharap esok hidup kita akan lebih baik dari hari ini. Demikian juga perihal keuangan kita dan keluarga. Gunakan kecerdasan kita untuk mengelola asa (harapan). Terlalu optimis tidak cerdas, namun terlalu pesimis lebih tidak cerdas.
Tantangan kita adalah bagaimana kita menjaga agar kita selalu berpengharapan untuk hidup. Yang nyata adalah bahwa setiap hari kita berubah paling tidak kita semakin tua, yang mestinya semakin cerdas.
Yakinlah kita semua makluk Tuhan yang cerdas.
Sedemikian cerdasnya hingga sebagian kita tidak sadar akan kecerdasannya dan membiarkan diperbodoh oleh lingkungan dan materi.
Friday, August 6, 2010
HIDUP
Label: Hidup
Management Hutang
Hutang menumpuk, angsuran ini itu tidak habis-habisnya, belum lagi kebutuhan rutin yang memang harus kita penuhi! Memang, idealnya semua kebutuhan keluarga bisa terpenuhi dari pendapatan kita, tapi kadangkala, karena alasan tertentu misalnya ada kebutuhan yang mendesak padahal anda belum menyiapkan dana yang cukup, akhirnya anda memutuskan untuk berhutang. Ya, hutang bukanlah sesuatu yang tabu, asal anda tahu bagaimana cara merencanakan hutang yang baik, maka anda pun bisa memanfaatkan hutang dengan bijaksana dan tidak salah langkah.
Sebelum anda memutuskan untuk berhutang, sebaiknya anda perhatikan terlebih dahulu pertanyaan berikut ini. Untuk apa anda berhutang? Kalau hanya sekedar memenuhi keinginan saja, maka anda tidak dianjurkan untuk berhutang. Ya, hutang seperti ini bisa saja sanga berbahaya. Oleh karena itu sedapat mungkin jangan mudah terperangkap pola gaya hidup yang berlebihan yang akan memaksa kita untuk berhutang.
Berikut ini empat hal yang perlu disimak dalam hal hutang.
A. Teliti sebelum berhutang : Bedakan kebutuhan dan keinginan
Dalam hal apapun, baik berbelanja maupun berhutang, anda harus tetap ingat, sebelum mengeluarkan uang maupun memutuskan untuk berhutang, anda harus membedakan antara kebutuhan dengan keinginan. Anda yang masih lajang maupun yang sudah berkeluarga pasti punya standar hidup yang sudah anda buat dan setelah membaca tulisan ini tentunya manajemen keuangan pribadi anda sudah lebih baik bukan! Untuk mencapai kesehatan keuangan yang prima, sangatlah dianjurkan untuk hidup dalam batas-batas kemampuan keuangan anda. Dengan demikian pengambilan keputusan keuangan khususnya yang berkaitan dengan hutang, dapat kita lakukan secara bijak.
Tentunya anda tahu bahwa berhutang untuk kemewahan seperti mobil mewah ataupun barang-barang mewah yang nilai kegunaannya kurang, akan mengakibatkan kita menangggung angsuran dan beban bunga yang besar setiap bulannya. Tambahan pula, nilai barang-barang seperti ini biasanya akan mengalami penurunan nilai ekonomisnya yang besar.
Kalau diibaratkan, hutang itu seperti pedang bermata dua, agar tidak tersayat mata tajam pedang itu, perlu diingat aturan sederhana ini; berhutanglah untuk berinvestasi yang akan membuat kekayaan bersih kita tumbuh berkembang. Sebaliknya hindarilah hutang untuk memenuhi keinginan konsumtif dan justru membuat aset menyusut dan menambah beban bulanan anda.
Nah, agar tidak terjebak ke dalam keputusan berhutang yang keliru, ada tiga pertanyaan kunci yang perlu diajukan sebelum memutuskan berhutang. Berikut ini uraiannya :
B. Untuk apa Hutang tersebut digunakan?
Inti pertanyaaan ini sebenarnya adalah memeriksa kesesuaian antara keputusan hutang yang akan anda buat dan berbagai tujuan masa depan yang telah anda tetapkan. Dalam mengambil keputusan untuk berhutang harus diingat kebutuhan serta kegunaan dari barang atau aset yang akan dibeli dengan hutang. Banyak orang atau keluarga memutuskan untuk membeli rumah, mobil dengan komitmen pembayaran tiap bulan selama beberapa tahun tanpa mempertimbangkan kebutuhan serta kegunaannya dan tidak mempertimbangkan dampak keputusan ini terhadap kondisi keuangan dimasa depan. Jadi kita harus bijak memutuskan untuk berhutang.
Untuk dapat mengukur besarnya cicilan hutang tiap bulannya serta pertimbangan kegunaan dari aset yang akan dibeli, perlu dibedakan jenis hutang jangka pendek dan jangka panjang. Dari sudut pandang perencanaan pengeluaran hutang jangka pendek adalah hutang yang harus dilunasi dalam tempo kurang lebih tiga bulan saja. Seseorang atau keluarga akan berhutang jangka pendek karena keperluaan pembelian seperti pangan tetapi harus dilunasi pada akhir bulan dan alasan berikutnya karena kebutuhan darurat.
Hutang jangka panjang biasanya waktu pembayaran mencapai 10 sampai 15 tahun untuk melunasinya. Hutang ini digunakan untuk kebutuhan besar dan prioritas seperti membeli mobil atau rumah atau juga pendidikan.
C. Berapa besar Hutang yang ingin dan mampu anda ambil?
Pertanyaan ini bertujuan untuk memeriksa kondisi keuangan melalui besaran rasio pembayaran hutang. Rasio ini menghitung porsi dari pendapatan bulanan yang akan digunakan sebagai pembayaran cicilan hutang setiap bulan. Angka dianjurkan sebagai batas atas dari rasio ini adalah 30%. Maksudnya adalah kita hanya boleh berhutang dengan cicilan bulanan maksimal 30% dari penghasilan kita.
Berhutang dalam batas wajar menunjukkan bahwa kita telah menganggarkan dana untuk kebutuhan dasar dengan baik, kebutuhan dasar seperti, belanja bulanan, darurat, pendidikan dan dana pensiun. Kempat pos diatas merupakan prioritas yang harus dipenuhi.
D. Bagaimana hutang itu bisa dilunasi dalam keadaan darurat?
Dalam perencanaan manajemen hutang perlu juga diperhitungkan alternatif pembayaran hutang bila terjadi keadaan darurat. Keadaan darurat memang tidak diharapkan namun dapat terjadi. Siapa yang bisa meramalkan dengan kejadian satu tahun mendatang, satu bulan, bahkan hari besok! Tak seorang pun yang sangggup. Bila kejadian yang tidak diinginkan terjadi dan kita sama sekali tidak siap menghadapinya, keadaan bisa jadi runyam.
Ada cara untuk mengantisipasi keadaan darurat. Misalnya saja, persiapan menghadapi risiko meninggal dunia dari kepala keluarga yang menopang kelangsungan hidup keluarga dapat dilakukan melalui produk asuransi. Ada juga kejadian tak terduga yang hanya sementara menganggu arus kas anda, misalnya musibah sakit atau kecelakaan. Petaka ini memaksa anda untuk menangguhkan pembayaran cicilan bulanan hutang anda. Untuk bersiap menghadapi musibah ini ada beberapa langkah strategis untuk tetap dapat memenuhi kewajiban membayar cicilan bulanan hutang jangka panjang anda. Berikut ini beberapa alternatif yang boleh membantu anda dalam mengatasi masalah diatas :
- Mohon keringan dari kreditur dengan nenangguh waktu cicilan anda atau perpanjang
pembayaran. Kemauan kreditur untuk bernegosiasi sangat terbuka tergantung dari
catatan sejarah pembayaran kredit anda. Bila anda rajin tentu kreditur dapat mengerti
keadaan dan permohonan anda.
- Kalau masih ada dana simpanan yang cukup gunakan untuk bayar cicilan. Tetapi
jangan sampai habis.
- Bila anda memiliki polis asuransi yang memiliki nilai tunai, anda dapat meminjam
terlebih dahulu dari asuransi. Sebagian Life insurance memperbolehkan anda memin-
jam sampai dengan 80% kas dari polis asuransi anda.
Demikianlah beberapa hal berkaitan dengan hutang yang sebaiknya dilakukan terlebih dahulu sebelum anda berhutang. Hutang sulit dipisahkan dengan kehidupan modern, apalagi bila tinggal di kota! Pada umumnya semua dapat dicicil. Oleh karena itu, agar terhindar dari kesalahan berhutang yang bisa merusak kondisi keuangan anda, selesaikan terlebih dahulu pertanyaan berkaitan dengan kebutuhan versus keinginan anda. Setelah itu, jawablah terlebih dahulu ketiga pertanyaan diatas. Semoga dengan proses ini, anda dapat berhutang dengan baik tanpa merusak kondisi keuangan anda. Selamat mencoba. Lanjut......
Label: Management Hutang
Thursday, October 16, 2008
7 Langkah Menuju Kesuksesan Finansial
1. KEMBANGKAN RENCANA KEUANGAN
Perencanaan sangat besar artinya bagi kesehatan kondisi keuangan Anda. Buat daftar tujuan jangka pendek dan jangka panjang Anda. Dengan mengetahui tujuan-tujuan Anda, Anda dapat merumuskan cara untuk mencapainya, dan segera memulai langkah-langkah untuk mewujudkannya. Mungkin Anda berpikir ,”Gimana nanti aja deh…”. Coba Anda renungkan saat ini juga apakah kita akan memliki penghasilan seperti ini selamanya, dan apakah tujuan hidup kita akan tercapai begitu saja tanpa perencanaan yang jelas? Tampaknya gak mungkiiin deh….
2. TAATI BUDGET ANDA
Pas jam makan siang, Anda mampir ke ATM dan ingin mengambil uang 50,000 untuk makan siang di luar (sekali-kali gak di pantry lah…). Pada saat Anda lihat saldo yang tersisa ternyata tinggal 20,000!! Hei, kemana saja perginya uang Anda??
Ini semua kembali ke masalah budgeting. Sebisa mungkin monitor secara ketat pengeluaran Anda sehari-hari. Buatlah catatan, berapa banyak yang harus Anda alokasikan untuk keperluan bulanan, keperluan harian dan keperluan rekreasi atau hobby Anda.
Jangan lupa sisihkan jumlah uang yang tetap setiap bulannya untuk ditabung. Ingat!! Pay yourself first, bayar diri Anda dulu untuk tabungan Anda, masa depan Anda, sebelum uang penghasilan kita pakai untuk keperluan kita yang lain…Menyusun budget itu gampang….yang susah itu bagaimana menaatinya…hehehe
3. HIDUPLAH SESUAI KEMAMPUAN ANDA
Jangan biarkan gaya hidup melampaui penghasilan Anda. Apabila Anda naik gaji (Amiiiin), jangan biarkan pengeluaran Anda ikut naik juga, Justru tingkatkanlah jumlah tabungan Anda…Selalu pisahkan kebutuhan dan keinginan, Anda mungkin tidak akan sakit atau mati jika keinginan Anda tertunda bukan?? Tapi kebutuhan adalah hal yang harus sebisa mungkin dipenuhi tiap bulannya.
Tipsnya….pandai-pandailah memilih teman. Kalau kita berteman dengan perokok…bukan tidak mungkin ada budget tambahan untuk beli rokok. Jika berteman dengan seorang ‘shop-a-holic’ bisa jadi kita jadi beli sesuatu yang sebenarnya kita tidak perlukan….Intinya : KEEP ALL UNDER CONTROL.
4. MENABUNGLAH !!!
Ingat, idealnya setiap orang mempunyai tabungan sebesar 2 – 4 kali lebih besar dari penghasilannya yang tidak boleh disentuh keuali dalam keadaan emergency. Mungkin saja mobil Anda rusak berat bersamaan dengan tanggal jatuh tempo pembayaran asuransi tahunan Anda. Di saat seperti ini…kerasa kan manfaat tabungannya.
Tipsnya…sisihkan 10% dari penghasilan Anda untuk ditabung sebaelum pengeluaran dan tagihan menanti. Jika tidak sanggup 10% bisa didapatkan dengan mengurangi ‘gaya hidup’ kita sebesar 10%. Susah?? Siapa bilang? Jika kita biasa makan dengan budget 10,000 sekali makan….apakah jika dikurangi 1,000 saja akan membuat Anda kelaparan? Hmm…
5. BEBASKAN DIRI DARI JERATAN HUTANG KARTU KREDIT
Kartu plastik ini memang godaan, seakan-akan kita memiliki uang lebih. Ingat bahwa kartu kredit bukanlah uang lebih!! Gunakan hanya di saat emergency dan bukan ketika Anda ingin membeli barang yang harganya di luar kemampuan Anda.
Tipsnya…memiliki 2 kartu kredit sudah sangat lebih dari cukup untuk Anda. Tapi 1 kartu saja sebenarnya sudah sangat cukup jika dapat digunakan secara bijak.
6. MEMILIKI PERLINDUNGAN KEUANGAN
Asuransi adalah bagian yang sangat penting dari sebuah perencaan keuangan Anda, dan memegang peranan utama dalam menjamin kepastian kondisi keuangan Anda di masa depan. Tentunya Anda tidak ingin sebuah bencana seperti insiden PJR di tol Jagorawi kemarin menghancurkan rencana masa depan Anda dan keluarga. Pertimbangkan kembali, apakah Anda telah memiliki proteksi yang cukup atas jiwa Anda, kesehatan, pendidikan, masa pensiun, mobil atau bahkan rumah Anda.
Sebuah fenomena menarik yang terjadi adalah orang Indonesia lebih bangga memiliki 3-4 kartu kredit, sementara di Jepang (katanya) orang justru memiliki 3-4 asuransi untuk dirinya. Di Indonesia banyak orang yang mengasuransikan rumahnya, mobilnya (karena masih kredit…hehehe), tapi tidak jiwanya (coba bayangkan siapa yang harus melunasi kredit mobil tersebut jika Anda meninggal)
7. BERINVESTASILAH
Jika memungkinkan, akan lebih ideal apabila di samping menabung dan mengikuti program asuransi, Anda juga dapat menyisihkan sejumlah dana untuk diinvestasikan.
Apabila Anda telah menjalankan empat saja dari tujuh hal di atas. Anda tengah berada di jalan menuju kesuksesan finansial. Namun, apabila Anda belum memulainya, tidak pernah ada kata terlambat. Mulailah sekarang juga. Ingat bahwa ribuan langkahpun selalu dimalai dengan LANGKAH PERTAMA
Label: Me
